FinTech • Anti Money Laundering • Risk Management • Compliance Technology • PPATK Report • SWIFT
AML & Risk Management System
Sistem Anti Money Laundering (AML) & Risk Management merupakan platform terintegrasi yang dirancang untuk membantu institusi keuangan melakukan monitoring transaksi, identifikasi aktivitas mencurigakan, customer risk assessment, alert management, investigation, dan risk reporting secara lebih terstruktur. Sistem menggabungkan data transaksi dan profil nasabah untuk membantu tim compliance dan risk mendeteksi potensi anomali lebih cepat, mengelola tindak lanjut berdasarkan tingkat risiko, serta menyediakan jejak proses yang dapat digunakan untuk kebutuhan audit dan evaluasi.
- Peran
- IT Project Manager — Managing End-to-End Delivery of AML Monitoring, Risk Assessment, Investigation & Compliance Platform
- Kategori
- FinTech • Anti Money Laundering • Risk Management • Compliance Technology • PPATK Report • SWIFT
- Periode
- 2023 - 2024
Cerita proyek
Detail deskripsi
AML Transaction Monitoring
Project AML & Risk Management System berfokus pada pembangunan platform untuk membantu organisasi melakukan pengawasan terhadap aktivitas finansial dan risiko secara lebih terintegrasi. Sistem dirancang agar berbagai informasi seperti customer profile, transaction history, risk parameter, alert, case investigation, dan reporting dapat dikelola melalui satu platform.Sistem dapat membantu melakukan monitoring terhadap pola seperti:
- transaksi bernilai tidak biasa,
- peningkatan frekuensi transaksi secara tiba-tiba,
- aktivitas transaksi yang tidak sesuai dengan profil pengguna,
- transaksi berulang dalam pola tertentu,
- hubungan antar-account atau pihak terkait,
- serta parameter risiko lainnya sesuai kebijakan internal.
Customer Risk Assessment
Selain transaksi, sistem juga mendukung proses Customer Risk Assessment untuk membantu menentukan tingkat risiko berdasarkan profil dan karakteristik pengguna.
Beberapa parameter dapat mencakup:
Customer Profile → Business Type → Transaction Behavior → Geographic Risk → Historical Activity → Risk Score
Hasil penilaian kemudian dapat dikelompokkan ke dalam kategori seperti:
Low Risk • Medium Risk • High Risk
Risk score ini dapat digunakan sebagai salah satu dasar untuk menentukan intensitas monitoring, requirement verifikasi tambahan, maupun escalation process.
Integrasi Data
Sistem AML membutuhkan integrasi dengan berbagai sumber data agar analisis dapat dilakukan secara lebih lengkap.
Sumber data dapat berasal dari:
Core Transaction System → Customer Database → Payment System → External Data Source → AML Platform
Data tersebut kemudian diproses untuk menghasilkan customer profile, transaction monitoring, risk scoring, alert, dan reporting.
Sebagai IT Project Manager, salah satu perhatian utama pada tahap ini adalah memastikan data mapping, API integration, data consistency, security, dan error handling telah didefinisikan dengan jelas sebelum development dilakukan.
Delivery Process
Delivery project dilakukan secara bertahap melalui pendekatan Agile / iterative development.
Proses delivery meliputi:
Requirement Analysis → Solution Design → Sprint Planning → Development → Integration Testing → QA → UAT → Deployment → Post-Implementation Monitoring
Pada setiap Sprint, progress development dimonitor bersama tim untuk memastikan fitur tetap sesuai dengan requirement dan tidak menimbulkan dependency yang menghambat module lain.
Issue, risk, dan change request dicatat serta dianalisis dampaknya terhadap scope, timeline, cost, dan quality.
Project Value & Impact
Implementasi AML & Risk Management System membantu organisasi meningkatkan kemampuan dalam detecting risk, monitoring transaction, managing investigation, dan supporting compliance process.